Jakarta – Tindakan tak prikemanusiaan pada kaum lemah, kini kembali tercoreng oleh tindakan aparat TNI/Polisi. Saking viralbya kasus Suderajat, tidak luput dari perhatian Deolipa Yumara SH.

Bahkan Deolipa Yumara meyakini pasti, bahwa Bhabinkamtibmas dan Babinsa  di daerah kemayoran tersebut, sudah dipastikan salah besar. Sehingga perbuatannya itu, perlu mendapat sangsi tegas.

“Harus di proses apapun alasannya. Hal seperti ini, tidak boleh selesai begitu saja,” papar Deolipa Yumara.

Meski kedua anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa telah meminta maaf, termasuk hal sama dilakukan juga oleh pimpinan dari TNI/POLRI, namun proses hukum harus berjalan. Sehingga memberi keadilan hukum di masyarakat.

Dalam hal ini, Deolipa Yumara tidak mengkaitkan kejadian serupa sebelumnya, namun lebih pada pelajaran yang perlu diambil. Sehingga citra aparat hukum tidak rusak oleh anggotanya.

Seperti kasus Suderajat, yang kasusnya begitu viral, terjadi saat dirinya dagang es gabus di daerah utan panjang, kemayoran. Di sabtu pagi itu (24/1), ayah empat anak yang telah 30 tahun jualan es gabus, berangkat dari rumahnya di Bojong Gede, untuk berjualan di lokasi kemayoran.

Es Gabus yang diambilnya dari pabrik di depok, selama ini tidak ada masalah. Apalagi bahan ea dari santan, gula dan air, dianggap Suderajat disukai masyarakat.

Dari hasil jerih payahnya itu, Suderajat kembali pulang ke rumah setiap magrib. Minimal pendapatan 150 ribu dibawa pulang.

Tapi di hari itu, Suderajat harua berurusan dengan aparat kepolisian, karena dianggap es gabus yang dijualnya tidak layak di konsumsi. Namun tuduhan itu, akhirnya terbantahkan setelah dilakukan uji laboratorium pihak kepolisian dan dinyatakan aman.

Namun Suderajat harus mengalami kenyataan pahit. Bukan saja dagangannya hancur, juga mengalami penyiksaan fisik dan psikis.

By Pondi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *